Guest

  • Laki-laki
  • Sleman, Yogyakarta
Bercinta di Alam Ilusi

Bercinta di Alam Ilusi

Rinduku menari-nari

Aku, Tulisanku dan Kamu

Aku, Tulisanku dan Kamu

Dan bila yang kutulis itu rasaku, kuharap engkau membacanya Semoga rasa kita sama

Bunda, Aku Kesepian

Bunda, Aku Kesepian

Bunda, aku kesepian Bisakah kau hadir sejenak? Bersama air mata rinduku berbisik

Mak

Mak

Jika kini dirimu melihatku tampak begitu murung selepas melakukan sesuatu Mungkin jika engkau masih dirumah Kau pasti langsung menghampiriku

Kepakan Sayap-Sayap Kecilmu

Kepakan Sayap-Sayap Kecilmu

Kepakkan sayap-sayap kecilmu Mengangkasalah, arungi waktu Mencari bintang yang engkau tuju Petik, dan bawalah kehadapanku

Pecundan Karbitan

Pecundan Karbitan

Mungkin kalian akan tertawa Mendengarnya Ya si pecundang itu bercerita Tentang dirinya

Kisah Dimusim Resah

Kisah Dimusim Resah

Kisah dimusim resah Tatkala kedamaian serentak Mengabarkan, akan tibanya cinta Dan secercah dusta didada

Katanya

Katanya

Mari rajut terjalin kasih. Rukun damai karena ILLAHI. Jalin kasih tak ada benci. Sedekah diri amal terpuji.

Rindu Tak Tertahan

Rindu Tak Tertahan

Rindu padamu tak tertahan lagi Ingin segera aku kau dampingi Menyulam cinta kasihmu nan murni

Aku Kehilangan Siluet Tawamu

Aku Kehilangan Siluet Tawamu

Setajam pena tua menulis syair yang telah lama bergelut di palung hati. Aku tulis semua cerita paling pilu di baris-baris puisi.